Posted in poetry

​Maaf Kalau Tidak Tahu Diri

Maaf kalau aku tidak tahu diri
Padahal sudah banyak pertanda yang kau beri
Bukankah rasanya kau ingin memaki
padaku yang tak kunjung mengerti?

Baik, aku akan mundur perlahan
Satu, dua, tiga, semoga kini tidak tertahan
Bukankah aku sudah cukup memuakkan?
Menghadapiku adalah suatu kelelahan

Jika menjelaskan padamu adalah mustahil
Apalagi memilikimu pasti nihil
Anggap saja perasaanku ini kerikil
Tidak berarti, tidak perlu banyak dipikir

Di bawah pikiranku pada gelap malam
Itu adalah segala tentangmu yang serba tak karuan
Tapi mulai hari ini hendaknya tiada perlu pedulimu ditunjukkan
Memang begitu maumu, kan?

22 Juli 2017/ 01:48

Advertisements

Author:

a 1996's girl try to express all the crazy ideas inside her head through words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s