Posted in poetry

Paradoks

Pukul lima sore
Langit terburu-buru mempersilahkan gelap untuk masuk
Langit membiru
Dan senja mencampakkan wajahnya

Kadang malam terlalu cepat menjumpai
Orang-orang buka puasa tak sempat bersiap sajian
Tiada gejalanya dalam ramalan cuaca
Perkenalan sang sore terlalu singkat

Tapi di lain hari, sebaliknya justru terjadi
Gelap tak kunjung mengetuk pintu
Padahal bedug dan adzan sudah terdengar
Ayam-ayam masih saja berkokok
Padahal sudah saatnya masuk kandang dan mengerami
Percakapan dengan sore terlalu lama

Begitu pula dengan manusia
Ada yang terlalu cepat memutuskan
Sisanya suka terlalu lamban membuat penantian

Ada yang tergesa berucap
Yang lainnya justru berbelit demi menumpahkan kepelikan

Persiapan adalah ukuran subjektif
Sebagian tak memerlukannya
Oposisinya butuh berabad-abad

28 Juni 2017/ 18:15

Advertisements

Author:

a 1996's girl try to express all the crazy ideas inside her head through words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s