Posted in thoughts

​Putih Atau Hanya Perasaanku?

Maaf aku mengganggumu malam ini. Mungkin mampir dalam benakmu sebelum memejamkan mata. Atau tenggelam dalam mimpimu. Atau bisa jadi mengusik hening oleh karena rindu yang tiada kuasa kutahan lagi.

Aku menulis pada kertas putih yang kosong. Sama seperti kau hadir dulu membuatku berani membuka lembaran lagi yang putih bersih. Saat halaman lama penuh catatan, entah gelisah, ketidakpastian, masa depan yang tiada berani menyongsong. Kemudian aku justru semakin terjebak dalam tinta hitam yang legam. Tak mau keluar dari masa itu.

Kurekam lagi siapa yang membuatku hilang gundah, membalik halaman baru yang putih bersih. Siap dicatat ulang, siap menyurati yang baru. Kuingat lagi siapa yang membuat pandangan mataku tak lagi hitam putih. Apa benar itu kamu? Atau itu hanya perasaanku?

Sapardi bilang “aku ingin mencintaimu dengan sederhana”. Tapi aku justru tiada kuasa. Maafkan atas cintaku yang tak bisa biasa saja.

Aku tak bisa memberi warna putih dalam hidupmu. Aku tiada henti justru memberi kebutaan pada warna itu sendiri, menambahkan catatan-catatan yang sama jalan ceritanya.

Atas setiap permasalahan yang muncul di hidupku, jika salah satunya kamu, mana mungkin? Bukankah kamu yang membawakanku putih? Atau itu hanya perasaanku?

Kamu adalah putih. Apakah benar? Atau itu hanya perasaanku?

23 Juni 2017/ 00:18

Advertisements

Author:

a 1996's girl try to express all the crazy ideas inside her head through words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s